Kematian Mendadak

17 Mar 2014



Kasus meninggal atau mati mendadak seperti yang menimpa pelawak Jojon dan beberapa tokoh publik lainnya semakin sering kita dengar akhir-akhir ini. Mungkin di antara kita, dalam waktu sangat singkat telah kehilangan keluarga atau kerabat dekat secara tiba-tiba, yang tak pernah diduga sebelumnya.
Beberapa tahun lalu kita dikejutkan dengan meninggalnya anggota DPR RI Adjie Massaid dan pelawak Basuki. Dan di akhir zaman, jumlah orang yang meninggal mendadak akan semakin banyak. Karena kematian yang datang tiba-tiba atau mendadak merupakan salah satu dari tanda semakin dekatnya hari Kiamat. Nabi Saw. bersabda, "Sesungguhnya di antara tanda-tanda dekatnya hari Kiamat adalah akan banyak kematian mendadak." (HR. Thabrani).
Fenomena ini sudah sering kita saksikan pada masa sekarang ini. Orang yang sebelumnya sehat bugar, tiba-tiba mati mendadak. Berdasarkan hasil penelitian, setiap tahunnya banyak orang meninggal karena stroke dan serangan jantung, bahkan disebutkan kalau penyakit jantung menempati urutan pertama yang banyak menyebabkan kematian mendadak pada saat ini.
Meski banyak pintu kematian, tetapi hakikat kematian itu satu, yaitu datangnya ajal. “Tiap-tiap umat mempunyai batas waktu (ajal). Maka apabila telah datang waktu (ajal) mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaatpun dan tidak dapat (pula) memajukannya (QS Al-A’raf: 34).
Secara umum, kematian memiliki sebab. Namun, kematian yang didahului oleh sebab tak terduga itulah yang dimaksud dengan kematian mendadak. Para ulama mendefinisikan kematian mendadak sebagai kematian tak terduga yang terjadi dalam waktu singkat dan salah satu kasusnya adalah seperti yang dialami orang yang terkena serangan jantung. Kematian seseorang akibat kecelakaan lalu lintas dan bencana alam (seperti banjir bandang, tanah longsor, gunung meletus, gempa bumi, tsunami, dan lain-lain) adalah termasuk kematian mendadak.
Bagaimana kedudukan mati mendadak bagi Mukmim? Terdapat keterangan yang menguatkan bahwa kematian mendadak bagi seorang Mukmin bukanlah pertanda buruk. Abdullah bin Mas’ud ra. berkata, “Kematian mendadak merupakan keringanan bagi seorang Mukmin dan kemurkaan atas orang-orang kafir. Kematian mendadak merupakan istirahat (ketenangan) bagi seorang Mukmin dan kemurkaan atas orang kafir” (HR al-Thabrani).
Dari Aisyah ra. berkata, “Aku pernah bertanya kepada Rasulullah Saw. mengenai kematian yang datang tiba-tiba. Lalu beliau menjawab, ‘Itu merupakan kenikmatan bagi seorang Mukmin dan bencana bagi orang-orang jahat” (HR Ahmad dan al-Baihaqi).
Diriwayatkan dari Abdullah bin Mas’ud dan Aisyah ra., keduanya berkata, “Kematian yang datang mendadak merupakan bentuk kasih sayang bagi orang Mukmin dan kemurkaan bagi orang zalim” (HR Ibnu Abi Syaibah dan al-Baihaqi).
Alangkah indahnya hadits yang dijadikan sebagai penguat oleh Imam al-Baihaqi dari hadits Abu Qatadah, Rasulullah Saw. pernah dilalui iring-iringan jenazah. Beliau lalu bersabda, “Yang istirahat dan yang diistirahatkan darinya.” Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, apa maksud yang istirahat dan yang diistirahatkan darinya?” Beliau menjawab, “Seorang hamba yang mukmin beristirahat dari keletihan dunia dan kesusahannya, kembali kepada rahmat Allah. Sedangkan hamba yang jahat, para hamba, negeri, pohon dan binatang beristirahat (merasa aman dan tenang) darinya” (HR Muslim dan Ahmad).
Kita menyadari bahwa kematian adalah sesuatu yang pasti datangnya. Kapan waktunya, dimana, dan sedang apa kita ketika kematian itu datang, sangat menentukan apakah kita mendapatkan husnul khatimah atau su’ul khatimah. Agar mendapat husnul khatimah, kita harus memastikan bahwa setiap pekerjaan atau aktivitas yang kita lakukan harus dalam rangka menjalankan ibadah dan ketaatan kepada Allah Swt. Wallahu a’lam bish shawab.

0 comments:

Posting Komentar

 
Syamsu Hilal © 2011 | Dikunceni Kang Zack, Kunjungi Juga Suswono, Kementan dan Atang Trisnanto